59. Serunya Cerita Calon Mempelai Mario-Jesica dalam Memilih Gedung Pernikahan

14 Oktober 2016

Sudah hampir setahun Mario dan Jesica menjalani hubungan asmara. Keduanya berpacaran setelah empat purnama melewati proses pendekatan alias PDKT. Kini, memasuki bulan kedua belas hubungan asmaranya, juga setelah proses lamaran pada bulan lalu, Mario dan Jesica berniat untuk menguatkan tunas asmara mereka dalam sebuah ikatan pernikahan.

Mario dan Jesica, sebagaimana calon mempelai lain pada umumnya, tentu saat ini tengah sangat sibuk menyiapkan acara sakral mereka yang rencananya akan dihelat 2 bulan yang akan datang. Berbagai persiapan mulai dari mendaftar siapa saja yang akan diundang, memilih gedung pernikahan, mencari perias pengantin dengan riasan terbaik, fitting gaun pengantin, katering, serta perintilan-perintilan lain, semua tak ketinggalan masuk hitungan.

“Aku baru tahu, mau menikah ternyata sebegini repot,” ungkap Jesica pada suatu waktu.

Lalu Mario menimpali dengan sabar, “Iya, tapi dinikmati saja ya. Kita berdoa saja semoga semuanya berjalan dengan lancar.”

Ya, menikah dengan segala persiapannya memang cukup menguras waktu, tenaga, pikiran, bahkan emosi. Terlebih jika urusan pernikahan hanya dibebankan kepada calon mempelai (dalam artian pihak orang tua dan keluarga tidak turut campur mengatur segala acara).

Mario dan Jesica, adalah sosok yang cukup disegani di antara kawan-kawannya. Keduanya termasuk tipe orang yang mudah bergaul dengan siapa saja, maka tidak heran kalau teman dan kenalannya banyak di mana-mana. Nah, hal inilah yang pada akhirnya membuat keduanya memutuskan untuk mengundang semua kenalannya di resepsi pernikahan nanti.

Satu hal yang membuat Mario dan Jesica bingung, di mana mereka akan menggelar resepsi pernikahan yang sekiranya cukup untuk menampung tamu undangan sebanyak itu berikut keluarga besar masing-masing? Satu-satunya jawaban adalah mengadakan resepsi di gedung.

Ya, mengadakan resepsi di gedung merupakan solusi paling pas bagi pasangan pengantin dengan jumlah tamu undangan yang banyak. Tidak melulu berpatok pada besar kecilnya jumlah tamu undangan, resepsi di gedung juga bisa dikonsep sesuai keinginan kedua mempelai, dan yang paling penting pihak keluarga tidak perlu repot menyiapkan ini itu.

Kelebihan-kelebihan itulah yang membuat orang lebih senang menyelenggarakan acaranya di gedung, tidak hanya pernikahan, tapi juga perayaan lain seperti ulang tahun, reuni, wisuda, seminar, dan sebagainya. Lalu, bagaimana dengan biayanya? Terlebih bagi Mario dan Jesica yang notabene tinggal di Jakarta, kota besar dengan hiruk-pikuk yang tak terhidarkan dan biaya hidup yang cukup tinggi?

Menikah di Graha Matapel Hall

Setelah melewati proses pencarian vendor pernikahan yang cukup panjang, dengan banyak sekali penawaran-penawaran yang menarik dari masing-masing vendor, sampailah Mario dan Jesica pada satu keputusan; ya, menikah di Graha Matapel Hall.

Keputusan ini diambil keduanya bukan tanpa sebab, selain akses menuju lokasi yang mudah dijangkau, daya tampung gedung yang lumayan besar, biaya sewa gedung di Graha Matapel Hall juga terbilang murah. Hal ini tentu menjadi alternatif paling pas bagi siapa saja yang ingin tetap berhemat dalam menyelenggarakan resepsi pernikahannya. Terlebih bagi Mario dan Jesica yang sudah memiliki pos lain untuk acara berbulan madu pasca-pernikahan.

Graha Matapel Hall sendiri merupakan sebuah gedung bertingkat yang terletak di Jakarta Barat (Graha Matapel West) dan Jakarta Selatan (Graha Matapel South). Tempat resepsi dengan konsep modern-elegan ini memang sudah menjadi rujukan banyak orang ketika hendak mengadakan sebuah acara yang kemungkinan dihadiri banyak orang.

Selain dipakai untuk menyelenggarakan resepsi pernikahan, gedung berdaya tampung sampai 600 orang ini juga sering digunakan untuk berbagai acara, seperti ulang tahun, seminar, wisuda, product launching, dan acara-acara lain yang sejenis.

Untuk Mario dan Jesica memilih gedung Graha Matapel South yang berlokasi di Jakarta Barat, mengingat lokasi gedung yang cukup strategis karena dekat dengan jalan tol Jakarta-Tangerang, sehingga tamu undangan yang hendak hadir ke resepsi tidak mengalami kesulitan dalam menjangkau lokasi resepsi.

Nah, ini baru proses mencari gedung pernikahan, belum juga melangkah pada persiapan-persiapan lain yang lebih rumit tapi menyenangkan. Penasaran? Ikuti terus cerita Mario dan Jesica, ya!






Baca juga
14 Oktober 2016
63. Sekilas Tentang Resepsi Pernikahan
Menikah, momen seumur hidup sekali yang diimpikan hampir setiap orang. Fase hidup ini sering disebut sebagai momen yang sakral karena pelaksanaannya dikukuhkan atas nama Tuhan. Ya, menikah berarti berjanji kepada Tuhan untuk mencintai dan menjaga pasangan hidup kita dengan sebaik-baiknya. Karena pernikahanlah, semua yang tidak boleh menjadi boleh, semua bernilai ibadah. Indah sekali.

14 Oktober 2016
62. Ini Keuntungan Memakai Paket Wedding saat Menggelar Pesta Pernikahan
Sekarang ini vendor alias penyedia jasa pernikahan tengah sangat menjamur bak cendawan di musim hujan. Hal ini tentu saja merupakan dampak dari tingginya permintaan pasar akan pemenuhan kebutuhan acara sakral pernikahan. Tidak hanya pernikahan, sebetulnya vendor juga siap melayani klien yang ingin mengadakan beragam acara, seperti ulang tahun, reuni, wisuda, dan lain sebagainya.

14 Oktober 2016
61. Memilih Paket Pernikahan, Apa Kelebihannya?
Halo, akhirnya kita bertemu lagi dengan serunya pengalaman Mario dan Jesica mempersiapkan resepsi pernikahannya yang akan digelar Desember mendatang. Mengingat cuaca sekarang tidak bisa diprediksi secara akurat, maka menyelenggarakan pernikahan di dalam ruangan (indoor) merupakan pilhan paling aman ketimbang resepsi outdoor sendiri. Hal itulah yang menjadi pertimbangan pasangan ini mengapa memilih konsep pernikahan indoor.

14 Oktober 2016
60. Resepsi Pernikahan di Rumah atau Gedung. Mana yang Lebih Baik?
Menikah, menjadi satu mengarungi biduk rumah tangga bersama orang terkasih atas nama janji suci pernikahan. Siapa yang tak ingin? Jangankan yang sudah berpasangan, mereka yang masih sendiri alias single pun selalu membayangkan indahnya kehidupan setelah pernikahan. Merasakan pahit manisnya kehidupan bersama kesayangan. Ah, bahagianya.

16 September 2016
58. Bedanya Wedding Planner dengan Wedding Organizer - Part 2
Sedangkan WO tampak mirip dengan WP, namun perbedaannya ada pada timeline wewenang dan tanggung jawabnya, dimana WO biasanya bertugas pada hari H Pernikahan saja. Itupun ada 2 bagian / tipe tugas WO yaitu Full Day Organizer atau Reception Only.

Customer Services

    Tentang Kami

     021-5801883     087-888-3030-96     yosefmario@gmail.com
    Graha Matapel Lt.6, Jl. Arjuna Utara No.46 Jakarta 11510 - Indonesia

    Paket Pernikahan, Resepsi Pernikahan, Paket Wedding, Gedung Pernikahan di Jakarta, Gedung Pernikahan Jakarta, Gedung Pernikahan, Sewa Gedung Pernikahan, Paket Pernikahan Jakarta, Harga Paket Pernikahan, Harga Sewa Gedung Pernikahan, Paket Wedding Jakarta, Biaya Pernikahan di Gedung, Gedung Resepsi

    © 2013 www.grahamatapel.com